Kamis, 07 Juni 2012
Kamis, 03 Mei 2012
Pendidikan dan Tingkat Kemakmuran
Pendidikan->Pola Pikir->Standar Hidup Baru->Usaha Untuk Mencapai Standar Hidup Tsb->Kemakmuran
Pendidikan: Ilmu Pengetahuan[Ilmu Kesehatan, Teknik, Ekonomi, dll] dan Moral[Tekun, Kejujuran, Profesionalitas, Penghargaan, Agama, dll]. Kedua faktor tsb harus bersinergi. Perangkat pendidikan ada 3 yaitu guru/pendidik, sekolah atau lembaga, biaya.
Pola Pikir: Individu yang terdidik dengan baik ia akan mempunyai pola pikir yang maju. Pola pikir yang maju yaitu pola pikir yang ingin lebih baik dari sebelumnya. Contoh sederhana, jika orang tua penulis adalah seorang buruh maka penulis setidaknya harus menjadi seorang kepala buruh, kelak. Kumpulan individu tersebut akan membentuk masyarakat, bangsa dan negara.
Standar Hidup Baru:[Standar Kebutuhan: primer, sekunder, tersier. Standar Keamanan: Produk hukum, aparat hukum, perangkat hukum. dll]
Usaha Untuk Mencapai Standar Hidup Tsb: Dari pola pikir yang terbentuk dan keinginan untuk mempunyai standar hidup yang lebih baik maka harus diperlukan usaha. Wujud dari usaha bisa berupa pekerjaan, aturan hukum, dan tata kelola.
Kemakmuran: Kondisi manusia pada saat sebagian besar kebutuhannya terpenuhi.
Senin, 30 April 2012
Instrospeksi
Pintu masuknya iblis:
- Pandangan
- Bisikan Jiwa
- Ucapan : Lisan cermin dari keimanan, lurus hatinya, lurus ucapannya.
- Langkah kaki
"Keadaan paling lemah seorang manusia adalah saat syakarotul maut, dan sebaliknya iblis paling kuat saat itu dalam godaanya. Maka bagaimana seseorang pada saat kuat pun ia kalah terhadap godaan iblis."
"Bagaimana kita mengarapkan rakhmat-Nya jika yang kita banggakan adalah dosa dan kemaksiatan."
"Bagaimana mungkin yang turun dari langit adalah rakhmat-Nya, jika yang dibawa naik oleh para malaikat adalah kemungkaran dan keingkaran kita kepada-Nya."
"Bagaimana kita mengarapkan rakhmat-Nya jika yang kita banggakan adalah dosa dan kemaksiatan."
"Bagaimana mungkin yang turun dari langit adalah rakhmat-Nya, jika yang dibawa naik oleh para malaikat adalah kemungkaran dan keingkaran kita kepada-Nya."
Kamis, 08 Maret 2012
Memperhatikan Mimpi
Aneh, tapi nyata. Mungkin kata-kata itulah yang cukup sederhana untuk merangkum cerita yang akan penulis sampaikan.
Saat ini, sudah lebih dari tujuh teman penulis semasa kuliah, telah menikah. Dan tiga dari mereka, pernah hadir dalam mimpi dengan rata-rata satu minggu sebelum kabar bahagia itu muncul. Untuk mimpi yang pertama, penulis tidak begitu ingat. Namun pesan, yang tekandung dalam mimpi itu, ia menikah. Dan selang satu minggu kemudian, tersebarlah undangan. Yang kedua, dia seorang perempuan, oya yang pertama itu laki-laki. Dalam mimpi kedua ini, dia datang dan berkata kepada penulis, bahwa dia akan menikah. Untuk mimpi yang kedua ini, penulis sampaikan ke salah satu teman dekat nya. Dan dia hanya senyum-senyum... Dia pun malah balik nanya, dapat dari mana kabar itu?. Maka penulis jawab, dari mimpi.
Selang kurang lebih dua minggu, maka kabar bahagia itu pun muncul. Undangan dengan nama perempuan itu, tertulis dalam milist.
Dan yang ketiga, penulis seolah-olah membuka sebuah pintu ruangan besar di dalam mimpi itu. Penulis mendapati dua orang laki-laki dan perempuan. Kebetulan mereka berdua, penulis kenal dan kami berteman baik. Karena penasaran, penulis tanyakan ke pihak perempuannya dalam dunia nyata. Dan, Subhanallah, memang mereka berdua sedang dalam proses. Alhamdulillah, mereka pun sampai ke pelaminan, bahkan saat tulisan ini dibuat, mereka sudah akan diberi momongan. Turut berbahagia.
Namun, yang mendorong tulisan ini dibuat bukanlah tiga kisah mimpi tadi. Beberapa hari yang lalu, penulis bermimpi tiga orang, seorang perempuan dan dua orang laki-laki. Jika dua laki-laki itu X dan Y, sedang perempuan nya Z. Dalam mimpi itu, X sangat mengharapkan Z begitu besar. Dan Z pun tahu hal itu karena X pernah mengutarakannya. Dalam penantian yang tak tentu batas itu, terdengar kabar bahwa Z dan Y akan segera melangsungkan pernikahan. Kesedihan pun menghinggapi X, namun dengan segala kebesaran hatinya ia pun datang dan menyalami mereka berdua, senyum simpul pun tetap mengembang di bibirnya walau dengan kesedihan yang mendalam.
Dalam mimpi yang terakhir ini, penulis sebagai pihak yang serba tahu. Dan pula, mimpi itu begitu detil. Harapan terakhir penulis, semoga kebahagiaan menjadi nyata dan kesedihan cukuplah hanya dalam mimpi. Dan, apakah akan terwujud, kita lihat saja.
Minggu, 08 Januari 2012
Apakah Kekayaan yang Menjadi Jawaban?
Sejak pertama kali datang ke negeri ini, Jepang, penulis masih penasaran tentang banyak hal. Antara lain: kejujuran, profesional, aman, dan sikap menghargai orang lain.
Kehidupan sosial di Jepang, khususnya di daerah Tokyo dan sekitarnya terlihat individual. Sekalipun tinggal dalam gedung apatemen yang sama, belum tentu mereka saling mengenal. Mereka tidak mudah menerima orang lain masuk dalam lingkungan mereka. Mungkin istilah yang tepat bagi mereka adalah apatis, asyik dengan dunia mereka sendiri. Berjalan cepat, banyak diam, tidak betegur sapa adalah ciri mereka. Sebagian besar mereka kecanduan dengan ponsel, hampir di setiap tempat, kita akan mudah menemui mereka yang sedang asyik dengan ponselnya. Namun demikian, mereka adalah masyarakat yang gemar membaca. Bisa dipastikan bahwa jika tidak memegang ponsel, maka memegang novel atau buku bacaan.
Kamis, 15 Desember 2011
Walet
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ini adalah mimpi pertama penulis setelah hampir tiga bulan di negeri Sakura. Walet adalah kereta super cepat yang akan dimiliki oleh Indonesia. Walet akan dibangun untuk sementara di pulau Jawa yang menghubungkan kota-kota penting antara lain, Jakarta-Tegal-Semarang-Surabaya-Solo-Yogyakarta-Kebumen-Bandung.
Walet adalah persembahan **** bagi Indonesia. Walet akan diproduksi dengan SDM dan SDA lokal. Didukung oleh berbagai disiplin ilmu yang ada di **** antara lain Teknik Elektro, Mesin, Sipil, dan Metalurgi.
Ada tiga tahapan yang akan dilalui: Prototipe, Proposal, dan Pengimplementasian.
Prototipe
Tahap ini didefinisikan sebagai pembuatan miniatur Walet dengan skala tertentu. Miniatur ini dibuat sedemikian sehingga mendekati Walet yang sesungguhnya.Target: miniatur yang sedang skala tertentu.
Proposal
Tahap ini merupakan proses usulan kepada pemerintah baik itu akhirnya akan dibangun oleh pemerintah atau swasta. Target: Izin dan Pembiayaan.
Pengimplementasian
Tahap ini adalah proses pelaksaaan yang dimulai dari perencanaan, pembangunan, pengoperasian dan simulasi sistem Walet. Sistem meliputi aspek fisik dan non-fisik.
Kamis, 01 Desember 2011
Bagaimana Cara Yang Tepat Untuk MEMUJI Anak?
Kebanyakan orang tua pasti senang memuji dan membanggakan anaknya. Namun, beberapa pujian atau cara memuji yg diberikan orang tua terkadang kurang efektif dan kurang tepat sasaran. Bagaimana sih pujian yang tepat itu, agar berdampak positif bagi si kecil dan bukan sebaliknya? Ikuti beberapa petunjuk di bawah ini.
- Harus Lebih Spesifik
Anak menggambar sebuah bunga. Gambar itu bagus sehingga Anda merasa perlu memujinya. Tetapi, jangan katakan, "Gambar itu bagus!". Perhatikan dulu gambarnya dengan cermat. Pilih bagian terbaik dari gambar itu. Bunganya yang berwarna merah, misalnya. Maka katakan, "Bunganya yang merah bagus sekali. Mama suka!"
Kalimat Anda akan memicunya untuk menggambar lebih baik, sehingga Anda tidak hanya memuji bunga yang merah saja, tetapi juga daunnya, bunga yang kuning dan semua yang ada di gambar itu.
Selasa, 22 November 2011
Tumbuhkan Percaya Diri (PD) pada Putra-Putri Kita
![]() |
| Anak Indonesia Maju! |
Adalah penting menumbuhkan kepercaan diri pada anak. Jika tidak berlebihan, penulis ingin mengatakan bahwa percaya diri adalah sepertiga dari keberhasilan. Dengan percaya diri, anak akan bisa mengeksplorasi potensi yang dimilikinya. Dengan mengetahui potensi, maka akan lebih fokus dalam mengarahkan pada pendidikan dan masa depannya.
Percaya diri bisa tumbuh karena dua faktor eksternal dan faktor internal pada anak. Faktor eksternal pada anak bisa dilakukan dengan pendidikan, pengajaran, memberikan contoh, dll, yang sifatnya bersumber dari luar, yaitu melalui media, misalnya, pendidikan dalam keluarga, pendidikan sekolah, interaksi sosial, dan pertemanan. Yang kedua yaitu faktor internal. Menurut penulis, ini menarik, karena hal ini abstrak.
Langganan:
Postingan (Atom)



